Jumat, 05 Juni 2020

CHAPTER REPORT TENTANG : GENERALISATIONS, FACTS AND ACADEMIC HONESTY

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

CHAPTER REPORT

 

TENTANG

GENERALISATIONS, FACTS AND ACADEMIC HONESTY

 

 

 

 

Diajukan untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah

Metodologi Penelitian

Oleh:

Zaharuddin. M

NIM: 1920090021

 

 

Dosen Pengampu:

Prof. Dr. H. Syafruddin Nurdin, M.Pd

 

 

 

 

 

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN ISLAM

PROGRAM DOKTORAL PASCASARJANA

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI

IMAM BONJOL PADANG

2020

KATA PENGANTAR

 

 

Puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat inayah serta hidayah-Nya. Sehingga saya dapat menyelesaikan tugas ini. Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada baginda Rosululloh  Sallallahu ‘alaihi wasallam  semoga kita mendapatkan syafaat di hari akhir nanti. Amin.

Chapter Report ini di buat sebagai tugas Mata Kuliah Metodologi Penelitian Program Studi Pendidikan Islam Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang, dengan Dosen Pembimbing Prof. Dr. H. Syafruddin Nurdin, M.Pd.

Saya sadar bahwa dalam penyusunan Chapter Report ini masih jauh sekali dari sempurna. Karenanya, kritik dan saran anda sangat saya butuhkan demi memperbaiki di pembuatan Chapter Report mendatang.

Saya berharap semoga Chapter Report ini dapat bermanfaat bagi diri saya sendiri dan bagi pembaca pada umumnya serta menjadi sebuh kajian yang menarik tentang Generalisations, facts and academic honesty.

 

 

                                                                                                Padang,        2020

                                                                                                Penulis

 

 

                                                                                                ZAHARUDDIN M.

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

A.      Latar Belakang

Menulis adalah pengutaraan gagasan dengan menggunakan bahasa secara tertulis. Dengan mengutarakan sesuatu dimaksudkan menyampaikan, memberitakan, menceritakan, melukiskan, menerangkan, meyakinkan, dan sebagainya kepada pembaca agar mereka memahami apa yang terjadi pada suatu peristiwa atau suatu kegiatan. Orang yang mengutarakan gagasan ini dinamakan penulis, sedangkan hasil pengutaraannya berupa tulisan. Menulis juga diartikan sebagai komunikasi. Komunikasi menulis terdapat empat unsur, yaitu menulis merupakan bentuk ekspresi diri, menulis merupakan sesuatu yang umum disampaikan kepada pembaca, menulis merupakan aturan dan tingkah laku, dan menulis merupakan sebuah cara belajar (Wiyanto, 2008:2).

Kemampuan menulis merupakan hal penting yang harus dikuasai oleh mahasiswa. Dengan menulis makalah, mahasiswa dapat meningkatkan kualitas diri mereka di perguruan tinggi. Di samping itu, tagihan tugas untuk setiap matakuliah biasanya berbentuk makalah. Proses menjadikan mahasiswa berkualitas dapat diawali dengan pembinaan dan pengembangan kemampuan menulis makalah. Ke mampuan menulis merupakan kegiatan yang menggabungkan pengetahuan intelektual dan berpikir logis dilanjutkan dengan pemilihan bahasa yang efektif dan komunikatif untuk diungkapkan dalam bentuk tulisan ilmiah.

Blumner (2008:21) menjelaskan bahwa kekurangan sebuah tulisan terdapat pada aspek kebahasaan dan teknik menulis. Para penulis pemula sering mengalami kesulitan dalam kebahasaan yang meliputi masalah kemenarikan, kesesuaian, ejaan, tanda baca, pilihan kata, kelengkapan, keruntutan, keefektifan kalimat, dan kepaduan paragraf. Selain itu, tulisan tidak konsisten penyajiannya karena tidak sesuai dengan prosedur yang ada. Belajar menulis teks yang koheren dan efektif merupakan suatu pencapaian yang sulit. Menulis teks pada tingkat mahir tidak hanya melibatkan sistem bahasa. Hal ini merupakan tantangan tersendiri terhadap sistem kognitif, yaitu memori dan berpikir (Kellog, 2008:2).

Komposisi menulis teks lanjutan sering dianggap sebagai suatu bentuk pemecahan masalah. Masalah isi (apa yang disampaikan, masalah retoris, dan bagaimana cara menyampaikan) cukup menyita perhatian penulis. Sejalan dengan hal tersebut, Rijlaarsdam (2008:2) memaparkan bahwa kesulitan menulis muncul karena ada perubahan cara sudut pandang, yaitu perubahan bahasa sebagai alat komunikasi bergerak dari mempelajari bahasa sebagai sebuah sistem menjadi peningkatan bahasa bersituasi komunikatif. Dengan kata lain, pembelajaran berubah dari pembelajaran sebagai suatu pemerolehan pengetahuan ke pembelajaran sebagai sebuah proses partisipasi.

Berdasarkan permasalahan-permasalahan di atas, perlu diberikan perlakuan khusus berupa strategi pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan menulis makalah mahasiswa, yaitu strategi peta pikiran. Strategi pembelajaran ini bertujuan untuk meningkatkan, memperbaiki, dan mengubah keadaan perkuliahan menulis yang selama ini berlangsung kurang kondusif dan menguntungkan, khususnya menulis.

B.           Rumusan Masalah

Dari uraian latar belakang tersebut diatas, maka dapat penulis tarik beberapa rumusan masalah, yaitu sebagai berikut :

  1. Bagaimana langkah-langkah dalam meningkatkan kemampuan menulis ?

C.          Tujuan Penulisan

Adapun tujuan dari pembuatan Chapter Report ini adalah sebagai salah satu tugas mata kulyah Metodologi Penelitian, dan sebagai bahan kajian atau diskusi bersama tentang masalah-masalah sebagai berikut :

  1. Langkah-langkah dalam meningkatkan kemampuan menulis.

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

Pada unit atau bab ini akan membahas tentang bagaimana meningkatkan kemampuan menulis anda dengan beberapa langkah atau beberapa konsep sebagai berikut:

A.          Prinsip Kejujuran

Prinsip kejujuran mengatakan hanya katakan (atau tulis) apa yang Anda miliki buktinya.  Ini adalah prinsip penting bagi penulis akademis karena ada banyak orang yang akan membaca karya akademis dengan cermat, dan mengkritik generalisasi atau klaim yang tidak didukung oleh bukti.  mengikuti Prinsip Kejujuran membantu Anda menulis pernyataan yang dipertimbangkan dengan cermat dan menghindari generalisasi yang berlebihan.

Kejujuran akademik adalah konsep yang dapat dipahami dari berbagai segi, yang memungkinkan banyak perilaku ketidak jujuran akademik diinterpretasi dan diperdebatkan. Ketidak jujuran akademik adalah upaya penulis untuk memperoleh hasil yang diinginkan dengan cara-cara yang dilarang dan tidak dibenarkan.

Kejujuran akademik dapat sebagai perilaku yang terkait dengan menyontek saat ujian, kerjasama saat ujian (mendapatkan dan memberi informasi tentang ujian), plagiat (mengkopi dari materi tertentu), hacking pada komputer, memalsukan informasi (misalnya; membohongi instruktur tentang sakit, atau menggunakan informasi yang keliru untuk mendapatkan toleransi/ penundaan tugas. Ketidak jujuran akademik terdiri dari empat kategori, menyontek, memberikan informasi palsu, memfasiliti ketidak jujuran akademik dan plagiat. Jadi, dari berbagai definisi ketidak jujuran akademik dapat disimpulkan ketidak jujuran akademik sebagai perilaku dan kecenderungan untuk menyontek, plagiat, berbohong dan melakukan hal-hal yang tidak lazim dalam menyelesaikan tugas-tugas akademik dan ujian.

Kejujuran adalah salah satu nilai moral yang harus dijunjung tinggi dalam segala aspek kehidupan. Kejujuran harus menjadi landasan seseorang dalam berkata maupun berperilaku disetiap aktivitas kehidupan. Kejujuran adalah wujud ketulusan hati atau kelurusan hati seseorang dalam bertindak. Dengan demikian kejujuran dapat diartikan sebagai sikap hati yang tulus atau lurus yang mendasari suatu tindakan. Kelurusan hati ini mengandaikan adanya keselarasan antara hati dengan sesuatu yang benar atau lurus, seperti kebenaran yang diyakininya atau kebenaran yang ada dalam aturan-aturan yang berlaku dalam masyarakat dimana seseorang hidup. Kejujuran dalam arti inilah yang hendaknya diterapkan dalam kehidupan bersama dimanapun dan kapanpun kita berada.

Kejujuran akademik dalam lingkup perguruan tinggi, lebih pada aktifitas akademik masyarakat kampus, khususnya mahasiswa yang sesuai dengan hakekat mereka sebagai kaum intelektual. Namun, yang sekarang menjadi fenomena adalah merebaknya perilaku-perilaku ketidakjujuran mahasiswa dalam konteks akademik. Dalam lingkup pendidikan, khususnya pada tingkat perguruan tinggi dewasa ini kejujuran akademik seamakin terkikis. Misalnya, menyontek dalam ujian, copy paste dalam pembuatan karya ilmiah, sampai pada tindakan menjualbelikan ijasah dan gelar. Meskipun praktik-praktik demikian bersifat kasuistik atau dengan kata lain menjadi tindakan dari segelintir orang saja, tanpa harus menggeneralisir semua masyarakat akademik yang ada pada tingat perguruan tinggi, tetapi kita harus tetap melihat dan mengakui adanya fenomena tersebut.

Tindakan plagiat bisa dikatakan sebagai bagian dari kecurangan akademis, karena tindakan menggunakan karya seseorang tanpa mencantumkan sumber tulisan yang bersangkutan merupakan tindakan yang salah secara moral dan hukum. Plagiat menjadi tindakan yang menciderai salah satu nilai tertinggi karya tulis ilmiah, yaitu orisinalitas atau keaslian.

 

B.           Bahasa Generalisasi

Menulis   merupakan   proses   bernalar.  Untuk   menulis   mengenai   suatu   topik  kita   harus berfikir, menghubung-hubungkan berbagai fakta, membandingkan dan sebagainya. Setiap saat selama hidup kita, terutama dalam keadaan jaga  (tidak tidur), kita selalu berfikir. Menulis merupakan kegiatan mental. Pada waktu kita berfikir, dalam benak kita timbul serangkaian gambar sesuatu yang tidak hadir secara nyata. Kegiatan ini mungkin tidak terkendali, terjadi dengan sendirinya, tanpa kesadaran, misalnya melamun. Kegiatan yang lebih tinggi dilakukans ecara  sadar, tersusun dalam urutan  yang saling  berhubungan, dan  bertujuan untuk sampaikepada suatu kesimpulan. Jenis kegiatan berfikir yang terakhir inilah yang disebut kegiatan bernalar. Dapatlah dicatat bahwa proses bernalar atau singkatnya penalaran merupakan prosesberfikir yang sistematik untuk memperoleh kesimpulan berupa pengetahuan. Kegiatan penalaran mungkin bersifat ilmiah atau tidak ilmiah. Dari prosesnya, penalaran itu dibedakan sebagai penalaran induktif dan deduktif.

Penalaran (reasioning) adalah suatu proses berpikir dengan menghubung-hubungkan bukti, fakta atau petunjuk menuju suatu kesimpulan. Dengan kata lain, penalaran adalah proses berpikir yang sistematik dalan logis untuk memperoleh sebuah kesimpulan. Bahan pengambilan kesimpulan itu dapat berupa fakta, informasi, pengalaman, atau pendapat para ahli (otoritas). Secara umum, ada dua jenis penalaran atau pengambilan kesimpulan, yakni penalaran induktif dan deduktif.

Generalisasi adalah proses penalaran yang bertolak dari sejumlah gejala atau peristiwa yang serupa untuk menarik kesimpulan mengenai semua atau sebagian dari gejala atau peristiwa itu. Generalisasi diturunka dari gejala-gejala khusus yang diperoleh melalui pengalaman, observasi, wawancara, atau studi dokumentasi. Sumbernya dapat berupa dokumen, statistik, kesaksian, pendapat ahli, peristiwa-peristiwa politik, sosial ekonomi atau hukum. Dari berbagai gejala atau peristiwa khusus itu, orang membentuk opini, sikap, penilaian, keyakinan atau perasaan tertentu.

 

C.          Menulis Tinjauan Literatur

Setiap karya tulis penelitian perlu mengulas teks-teks yang relevan dalam bidangnya, yaitu, untuk memasukkan tinjauan literatur. Tujuan dari tinjauan literatur adalah untuk menempatkan penelitian Anda dalam konteksnya dan menjelaskan pentingnya penelitian Anda. Ulasan Anda harus proporsional dengan ukuran proyek Anda; bacaan latar untuk esai sarjana kurang komprehensif dari pada yang diperlukan untuk disertasi pascasarjana, sehingga penulisan bacaan itu menjadi tinjauan literatur.

Dalam rangka menyusun sebuah proyek penelitian, penulis perlu menulis sebuah kajian literatur atau literature review dalam bahasa Inggris. Kajian literatur merupakan langkah pertama dan penting dalam penyusunan sebuah rencana penelitian. Kajian literatur adalah satu penelusuran dan penelitian kepustakaan dengan membaca berbagai buku, jurnal, dan terbitanterbitan lain yang berkaitan dengan topik penelitian, untuk menghasilkan satu tulisan berkenaan dengan satu topik atau isyu tertentu.

Di perpustakaan penulis kajian literatur akan menjelajahi kajian-kajian yang pernah dilakukan orang tentang satu topik atau isyu tertentu. Dalam kajian literatur untuk kepentingan menghasilkan sebuah tulisan ilmiah, seperti skripsi, tesis, dan disertasi, penulis menjelajahi literatur yang berkaitan dengan topik dan masalah penelitiannya, tentang masyarakat dan daerah penelitian, tentang teori-teori yang pernah digunakan dan dihasilkan orang berkaitan dengan topik penelitian kita, tentang metode penelitian yang digunakan dalam kajian tersebut, dan seterusnya.

Satu projek penelitian-apakah untuk menghasilkan satu laporan bagi satu badan, kantor, atau perusahaan tertentu, atau untuk kepentingan peningkatan pengetahuan pribadi tentang satu hal tertentu, atau untuk diterbitkan dalam sebuah jurnal, atau untuk kepentingan mencapai satu ijazah (skripsi, tesis, dan disertasi) – tentulah menggunakan sejumlah literatur untuk bahan rujukan atau referensi. Mencari, memilih, menimbang, dan membaca literatur adalah pekerjaan pertama dalam projek penelitian apa pun juga.

Kajian literatur dilakukan atas kesadaran bahwa pengetahuan adalah bertambah terus menerus (berakumulasi), bahwa topik penelitian, masyarakat dan daerah penelitian kita sudah pernah dirambah orang sebelumnya, dan kita dapat belajar dari apa yang telah dilakukan orang-orang tersebut. Jadi, kita bukanlah orang yang pertama meneliti topik, masyarakat dan daerah tersebut

Ada dua tujuan utama dari kajian literatur. Pertama, kajian literatur yang dilakukan dengan tujuan untuk menulis sebuah makalah untuk memperkenalkan kajian-kajian baru dalam topik tertentu yang perlu diketahui oleh mereka yang bergiat dalam topik ilmu tersebut. Kajian ini sewaktu-waktu dapat diterbitkan untuk kepentingan umum. Contoh kajian-kajian semacam ini dapat dilihat misalnya dalam Annual Review of Anthropology, Annual Review of Sociology, dan sebagainya. Mereka yang baru menjadi peneliti pemula dalam topik tertentu dapat menggunakan terbitan annual review ini sebagai bacaan awal.

Tujuan kedua dari kajian literatur adalah untuk kepentingan projek penelitian sendiri. Dalam hal ini, membuat kajian literatur adalah untuk memperkaya wawasan kita tentang topik penelitian kita, menolong kita dalam memformulasikan masalah penelitian, dan menolong kita dalam menentukan teori-teori dan metodemetode yang tepat untuk digunakan dalam penelitian kita. Dengan memelajari kajian-kajian orang lain, kita dapat menentukan apakah akan meniru, mengulangi, atau mengeritik satu kajian tertentu. Kajian-kajian orang lain itu kita gunakan sebagai bahan pembanding bagi kajian kita sendiri. Dengan mengkritisi karangan orang lain, kita lalu menciptakan sesuatu yang baru. Dalam tulisan ini khusus akan dibincangkan kajian literatur untuk kepentingan penelitian sendiri, khususnya bagi mahasiswa yang akan menulis karya ilmiah terakhir – skripsi, tesis, atau disertasi.

D.          Proses Penulisan: Bekerja Dengan Kelompok Teman Sebaya

Kelompok teman sebaya merupakan kelompok remaja dimana untuk pertama kalinya remaja tersebut menerapkan prinsip-prinsip hidup bersama dan bekerja sama, dalam jalinan yang kuat tersebut terbentuk norma, nilai-nilai dan simbol. Kelompok sebaya tidak mementingkan adanya stuktur organisasi, namun di antara anggota kelompok merasakan adanya tanggung jawab atas keberhasilan dan kegagalan dalam kelompoknya.

Kelompok teman sebaya merupakan dunia nyata kawula muda, yang menyiapkan panggung dimana dapat menguji diri sendiri dengan orang lain, memberikan sebuah dunia tempat kawula muda dapat melakukan sosialisasi dalam suasana dalam nilai-nilai yang berlaku bukanlah nilai-nilai yang ditetapkan oleh orang dewasa melainkan oleh teman-teman seusianya. Selain itu, teman sebaya terdiri dari anggota-anggota tertentu dari teman-teman yang dapat menerima dan anggota kelompok saling bergantung.

Teman sebaya merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap kehidupan pada masa-masa remaja. Karena remaja dalam masyarakat moderen seperti sekarang ini menghabiskan sebagian besar waktunya bersama dengan teman sebaya mereka. Pada masa remaja hubungan dengan teman sebaya meningkat secara drastis, dan pada saat yang bersamaan kedekatan hubungan remaja dengan orang tua menurun secara drastis. Padahal keluarga merupakan salah satu konteks sosial yang penting bagi perkembangan individu. Meskipun perkembangan anak juga sangat di pengaruhi oleh apa yang terjadi dalam konteks sosial yang lain seperti relasi dengan teman sebaya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

 

A.      Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan di atas, penelitian ini disimpulkan bahwa kemampuan menulis makalah dengan strategi peta pikiran pada aspek judul, pendahuluan, pembahasan, penutup, dan daftar rujukan menunjukkan dapat ditingkatkan dengan strategi peta pikiran. Penjelasan selengkapnya dijabarkan sebagai berikut.

Pertama, Prinsip kejujuran mengatakan hanya katakan (atau tulis) apa yang Anda miliki buktinya.  Ini adalah prinsip penting bagi penulis akademis karena ada banyak orang yang akan membaca karya akademis dengan cermat, dan mengkritik generalisasi atau klaim yang tidak didukung oleh bukti.  mengikuti Prinsip Kejujuran membantu Anda menulis pernyataan yang dipertimbangkan dengan cermat dan menghindari generalisasi yang berlebihan.

Kedua, Generalisasi adalah proses penalaran yang bertolak dari sejumlah gejala atau peristiwa yang serupa untuk menarik kesimpulan mengenai semua atau sebagian dari gejala atau peristiwa itu. Generalisasi diturunka dari gejala-gejala khusus yang diperoleh melalui pengalaman, observasi, wawancara, atau studi dokumentasi. Sumbernya dapat berupa dokumen, statistik, kesaksian, pendapat ahli, peristiwa-peristiwa politik, sosial ekonomi atau hukum. Dari berbagai gejala atau peristiwa khusus itu, orang membentuk opini, sikap, penilaian, keyakinan atau perasaan tertentu.

Ketiga, Dalam rangka menyusun sebuah proyek penelitian, penulis perlu menulis sebuah kajian literatur atau literature review dalam bahasa Inggris. Kajian literatur merupakan langkah pertama dan penting dalam penyusunan sebuah rencana penelitian. Kajian literatur adalah satu penelusuran dan penelitian kepustakaan dengan membaca berbagai buku, jurnal, dan terbitanterbitan lain yang berkaitan dengan topik penelitian, untuk menghasilkan satu tulisan berkenaan dengan satu topik atau isyu tertentu.

Keempat, Kelompok teman sebaya merupakan kelompok remaja dimana untuk pertama kalinya remaja tersebut menerapkan prinsip-prinsip hidup bersama dan bekerja sama, dalam jalinan yang kuat tersebut terbentuk norma, nilai-nilai dan simbol. Kelompok sebaya tidak mementingkan adanya stuktur organisasi, namun di antara anggota kelompok merasakan adanya tanggung jawab atas keberhasilan dan kegagalan dalam kelompoknya.

 

B.       Saran

Demikian Chapter Report yang dapat penulis sampaikan, tentunya dalam penyusunan Chapter Report ini masih banyak kata-kata atau penyampaian yang kurang jelas ataupun dalam penyajiannya yang kurang lengkap, pastinya Chapter Report ini jauh dari kata sempurna, maka dari itu kritik dan saran sangatlah penulis harapkan untuk menjadikan pelajaran pada masa mendatang.

Harapan penulis agar Chapter Report ini bisa menjadi salah satu bahasan atau rujukan bagi lembaga pendidikan Islam khususnya umumnya semua lembaga pendidikan, dalam rangka mengembangkan lembaga pendidikan Islam.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar