CHAPTER REPORT
TENTANG
GENERALISATIONS, FACTS AND ACADEMIC
HONESTY
Diajukan untuk
Memenuhi Tugas Mata Kuliah
Metodologi Penelitian
Oleh:
Zaharuddin. M
NIM: 1920090021
Dosen Pengampu:
Prof. Dr. H. Syafruddin
Nurdin, M.Pd
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN ISLAM
PROGRAM DOKTORAL PASCASARJANA
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
IMAM BONJOL PADANG
2020
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat inayah serta
hidayah-Nya. Sehingga saya dapat menyelesaikan tugas ini. Sholawat dan salam
semoga senantiasa tercurahkan kepada baginda Rosululloh Sallallahu
‘alaihi wasallam semoga kita mendapatkan syafaat di hari akhir nanti.
Amin.
Chapter Report ini di buat sebagai
tugas Mata Kuliah Metodologi Penelitian Program Studi Pendidikan Islam
Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang, dengan Dosen
Pembimbing Prof. Dr. H. Syafruddin Nurdin, M.Pd.
Saya sadar bahwa dalam penyusunan Chapter Report ini masih jauh
sekali dari sempurna. Karenanya, kritik dan saran anda sangat saya butuhkan
demi memperbaiki di pembuatan Chapter Report mendatang.
Saya berharap semoga Chapter Report ini dapat bermanfaat bagi diri
saya sendiri dan bagi pembaca pada umumnya serta menjadi sebuh kajian yang
menarik tentang Generalisations,
facts and academic honesty.
Padang, 2020
Penulis
ZAHARUDDIN
M.
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Menulis
adalah pengutaraan gagasan dengan menggunakan bahasa secara tertulis. Dengan
mengutarakan sesuatu dimaksudkan menyampaikan, memberitakan, menceritakan,
melukiskan, menerangkan, meyakinkan, dan sebagainya kepada pembaca agar mereka
memahami apa yang terjadi pada suatu peristiwa atau suatu kegiatan. Orang yang
mengutarakan gagasan ini dinamakan penulis, sedangkan hasil pengutaraannya
berupa tulisan. Menulis juga diartikan sebagai komunikasi. Komunikasi menulis
terdapat empat unsur, yaitu menulis merupakan bentuk ekspresi diri, menulis
merupakan sesuatu yang umum disampaikan kepada pembaca, menulis merupakan
aturan dan tingkah laku, dan menulis merupakan sebuah cara belajar (Wiyanto,
2008:2).
Kemampuan
menulis merupakan hal penting yang harus dikuasai oleh mahasiswa. Dengan
menulis makalah, mahasiswa dapat meningkatkan kualitas diri mereka di perguruan
tinggi. Di samping itu, tagihan tugas untuk setiap matakuliah biasanya
berbentuk makalah. Proses menjadikan mahasiswa berkualitas dapat diawali dengan
pembinaan dan pengembangan kemampuan menulis makalah. Ke mampuan menulis merupakan
kegiatan yang menggabungkan pengetahuan intelektual dan berpikir logis
dilanjutkan dengan pemilihan bahasa yang efektif dan komunikatif untuk
diungkapkan dalam bentuk tulisan ilmiah.
Blumner
(2008:21) menjelaskan bahwa kekurangan sebuah tulisan terdapat pada aspek
kebahasaan dan teknik menulis. Para penulis pemula sering mengalami kesulitan
dalam kebahasaan yang meliputi masalah kemenarikan, kesesuaian, ejaan, tanda
baca, pilihan kata, kelengkapan, keruntutan, keefektifan kalimat, dan kepaduan
paragraf. Selain itu, tulisan tidak konsisten penyajiannya karena tidak sesuai
dengan prosedur yang ada. Belajar menulis teks yang koheren dan efektif
merupakan suatu pencapaian yang sulit. Menulis teks pada tingkat mahir tidak
hanya melibatkan sistem bahasa. Hal ini merupakan tantangan tersendiri terhadap
sistem kognitif, yaitu memori dan berpikir (Kellog, 2008:2).
Komposisi
menulis teks lanjutan sering dianggap sebagai suatu bentuk pemecahan masalah.
Masalah isi (apa yang disampaikan, masalah retoris, dan bagaimana cara
menyampaikan) cukup menyita perhatian penulis. Sejalan dengan hal tersebut,
Rijlaarsdam (2008:2) memaparkan bahwa kesulitan menulis muncul karena ada
perubahan cara sudut pandang, yaitu perubahan bahasa sebagai alat komunikasi
bergerak dari mempelajari bahasa sebagai sebuah sistem menjadi peningkatan
bahasa bersituasi komunikatif. Dengan kata lain, pembelajaran berubah dari
pembelajaran sebagai suatu pemerolehan pengetahuan ke pembelajaran sebagai
sebuah proses partisipasi.
Berdasarkan
permasalahan-permasalahan di atas, perlu diberikan perlakuan khusus berupa
strategi pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan menulis makalah mahasiswa,
yaitu strategi peta pikiran. Strategi pembelajaran ini bertujuan untuk
meningkatkan, memperbaiki, dan mengubah keadaan perkuliahan menulis yang selama
ini berlangsung kurang kondusif dan menguntungkan, khususnya menulis.
B.
Rumusan Masalah
Dari uraian latar belakang tersebut diatas, maka dapat penulis
tarik beberapa rumusan masalah, yaitu sebagai berikut :
- Bagaimana
langkah-langkah dalam meningkatkan kemampuan menulis ?
C.
Tujuan
Penulisan
Adapun tujuan dari pembuatan Chapter Report ini adalah sebagai salah satu tugas mata kulyah Metodologi Penelitian,
dan sebagai bahan kajian atau diskusi bersama tentang masalah-masalah sebagai berikut
:
- Langkah-langkah
dalam meningkatkan kemampuan menulis.
BAB
II
PEMBAHASAN
Pada
unit atau bab ini akan membahas tentang bagaimana meningkatkan kemampuan
menulis anda dengan beberapa langkah atau beberapa konsep sebagai berikut:
A.
Prinsip
Kejujuran
Prinsip
kejujuran mengatakan hanya katakan (atau tulis) apa yang Anda miliki
buktinya. Ini adalah prinsip penting
bagi penulis akademis karena ada banyak orang yang akan membaca karya akademis
dengan cermat, dan mengkritik generalisasi atau klaim yang tidak didukung oleh
bukti. mengikuti Prinsip Kejujuran
membantu Anda menulis pernyataan yang dipertimbangkan dengan cermat dan
menghindari generalisasi yang berlebihan.
Kejujuran
akademik adalah konsep yang dapat dipahami dari berbagai segi, yang memungkinkan
banyak perilaku ketidak jujuran akademik diinterpretasi dan diperdebatkan.
Ketidak jujuran akademik adalah upaya penulis untuk memperoleh hasil yang
diinginkan dengan cara-cara yang dilarang dan tidak dibenarkan.
Kejujuran
akademik dapat sebagai perilaku yang terkait dengan menyontek saat ujian,
kerjasama saat ujian (mendapatkan dan memberi informasi tentang ujian), plagiat
(mengkopi dari materi tertentu), hacking pada komputer, memalsukan informasi
(misalnya; membohongi instruktur tentang sakit, atau menggunakan informasi yang
keliru untuk mendapatkan toleransi/ penundaan tugas. Ketidak jujuran akademik
terdiri dari empat kategori, menyontek, memberikan informasi palsu, memfasiliti
ketidak jujuran akademik dan plagiat. Jadi, dari berbagai definisi ketidak
jujuran akademik dapat disimpulkan ketidak jujuran akademik sebagai perilaku
dan kecenderungan untuk menyontek, plagiat, berbohong dan melakukan hal-hal
yang tidak lazim dalam menyelesaikan tugas-tugas akademik dan ujian.
Kejujuran
adalah salah satu nilai moral yang harus dijunjung tinggi dalam segala aspek
kehidupan. Kejujuran harus menjadi landasan seseorang dalam berkata maupun
berperilaku disetiap aktivitas kehidupan. Kejujuran adalah wujud ketulusan hati
atau kelurusan hati seseorang dalam bertindak. Dengan demikian kejujuran dapat
diartikan sebagai sikap hati yang tulus atau lurus yang mendasari suatu
tindakan. Kelurusan hati ini mengandaikan adanya keselarasan antara hati dengan
sesuatu yang benar atau lurus, seperti kebenaran yang diyakininya atau
kebenaran yang ada dalam aturan-aturan yang berlaku dalam masyarakat dimana
seseorang hidup. Kejujuran dalam arti inilah yang hendaknya diterapkan dalam
kehidupan bersama dimanapun dan kapanpun kita berada.
Kejujuran
akademik dalam lingkup perguruan tinggi, lebih pada aktifitas akademik
masyarakat kampus, khususnya mahasiswa yang sesuai dengan hakekat mereka
sebagai kaum intelektual. Namun, yang sekarang menjadi fenomena adalah
merebaknya perilaku-perilaku ketidakjujuran mahasiswa dalam konteks akademik.
Dalam lingkup pendidikan, khususnya pada tingkat perguruan tinggi dewasa ini
kejujuran akademik seamakin terkikis. Misalnya, menyontek dalam ujian, copy
paste dalam pembuatan karya ilmiah, sampai pada tindakan menjualbelikan ijasah
dan gelar. Meskipun praktik-praktik demikian bersifat kasuistik atau dengan
kata lain menjadi tindakan dari segelintir orang saja, tanpa harus
menggeneralisir semua masyarakat akademik yang ada pada tingat perguruan
tinggi, tetapi kita harus tetap melihat dan mengakui adanya fenomena tersebut.
Tindakan
plagiat bisa dikatakan sebagai bagian dari kecurangan akademis, karena tindakan
menggunakan karya seseorang tanpa mencantumkan sumber tulisan yang bersangkutan
merupakan tindakan yang salah secara moral dan hukum. Plagiat menjadi tindakan
yang menciderai salah satu nilai tertinggi karya tulis ilmiah, yaitu
orisinalitas atau keaslian.
B.
Bahasa
Generalisasi
Menulis merupakan
proses bernalar. Untuk
menulis mengenai suatu
topik kita harus berfikir, menghubung-hubungkan
berbagai fakta, membandingkan dan sebagainya. Setiap saat selama hidup kita,
terutama dalam keadaan jaga (tidak
tidur), kita selalu berfikir. Menulis merupakan kegiatan mental. Pada waktu
kita berfikir, dalam benak kita timbul serangkaian gambar sesuatu yang tidak
hadir secara nyata. Kegiatan ini mungkin tidak terkendali, terjadi dengan
sendirinya, tanpa kesadaran, misalnya melamun. Kegiatan yang lebih tinggi
dilakukans ecara sadar, tersusun dalam
urutan yang saling berhubungan, dan bertujuan untuk sampaikepada suatu
kesimpulan. Jenis kegiatan berfikir yang terakhir inilah yang disebut kegiatan bernalar.
Dapatlah dicatat bahwa proses bernalar atau singkatnya penalaran merupakan
prosesberfikir yang sistematik untuk memperoleh kesimpulan berupa pengetahuan.
Kegiatan penalaran mungkin bersifat ilmiah atau tidak ilmiah. Dari prosesnya,
penalaran itu dibedakan sebagai penalaran induktif dan deduktif.
Penalaran (reasioning) adalah suatu proses berpikir
dengan menghubung-hubungkan bukti, fakta atau petunjuk menuju suatu kesimpulan.
Dengan kata lain, penalaran adalah proses berpikir yang sistematik dalan logis
untuk memperoleh sebuah kesimpulan. Bahan pengambilan kesimpulan itu dapat
berupa fakta, informasi, pengalaman, atau pendapat para ahli (otoritas). Secara
umum, ada dua jenis penalaran atau pengambilan kesimpulan, yakni penalaran
induktif dan deduktif.
Generalisasi adalah proses penalaran yang bertolak dari
sejumlah gejala atau peristiwa yang serupa untuk menarik kesimpulan mengenai
semua atau sebagian dari gejala atau peristiwa itu. Generalisasi diturunka dari
gejala-gejala khusus yang diperoleh melalui pengalaman, observasi, wawancara,
atau studi dokumentasi. Sumbernya dapat berupa dokumen, statistik, kesaksian,
pendapat ahli, peristiwa-peristiwa politik, sosial ekonomi atau hukum. Dari
berbagai gejala atau peristiwa khusus itu, orang membentuk opini, sikap,
penilaian, keyakinan atau perasaan tertentu.
C.
Menulis Tinjauan Literatur
Setiap karya tulis penelitian perlu
mengulas teks-teks yang relevan dalam bidangnya, yaitu, untuk memasukkan
tinjauan literatur. Tujuan dari tinjauan literatur adalah untuk menempatkan
penelitian Anda dalam konteksnya dan menjelaskan pentingnya penelitian Anda. Ulasan
Anda harus proporsional dengan ukuran proyek Anda; bacaan latar untuk esai
sarjana kurang komprehensif dari pada yang diperlukan untuk disertasi
pascasarjana, sehingga penulisan bacaan itu menjadi tinjauan literatur.
Dalam
rangka menyusun sebuah proyek penelitian, penulis perlu menulis sebuah kajian
literatur atau literature review dalam bahasa Inggris. Kajian literatur
merupakan langkah pertama dan penting dalam penyusunan sebuah rencana
penelitian. Kajian literatur adalah satu penelusuran dan penelitian kepustakaan
dengan membaca berbagai buku, jurnal, dan terbitanterbitan lain yang berkaitan
dengan topik penelitian, untuk menghasilkan satu tulisan berkenaan dengan satu
topik atau isyu tertentu.
Di
perpustakaan penulis kajian literatur akan menjelajahi kajian-kajian yang
pernah dilakukan orang tentang satu topik atau isyu tertentu. Dalam kajian
literatur untuk kepentingan menghasilkan sebuah tulisan ilmiah, seperti
skripsi, tesis, dan disertasi, penulis menjelajahi literatur yang berkaitan
dengan topik dan masalah penelitiannya, tentang masyarakat dan daerah penelitian,
tentang teori-teori yang pernah digunakan dan dihasilkan orang berkaitan dengan
topik penelitian kita, tentang metode penelitian yang digunakan dalam kajian
tersebut, dan seterusnya.
Satu
projek penelitian-apakah untuk menghasilkan satu laporan bagi satu badan,
kantor, atau perusahaan tertentu, atau untuk kepentingan peningkatan
pengetahuan pribadi tentang satu hal tertentu, atau untuk diterbitkan dalam
sebuah jurnal, atau untuk kepentingan mencapai satu ijazah (skripsi, tesis, dan
disertasi) – tentulah menggunakan sejumlah literatur untuk bahan rujukan atau
referensi. Mencari, memilih, menimbang, dan membaca literatur adalah pekerjaan
pertama dalam projek penelitian apa pun juga.
Kajian
literatur dilakukan atas kesadaran bahwa pengetahuan adalah bertambah terus
menerus (berakumulasi), bahwa topik penelitian, masyarakat dan daerah
penelitian kita sudah pernah dirambah orang sebelumnya, dan kita dapat belajar
dari apa yang telah dilakukan orang-orang tersebut. Jadi, kita bukanlah orang
yang pertama meneliti topik, masyarakat dan daerah tersebut
Ada
dua tujuan utama dari kajian literatur. Pertama, kajian literatur yang
dilakukan dengan tujuan untuk menulis sebuah makalah untuk memperkenalkan
kajian-kajian baru dalam topik tertentu yang perlu diketahui oleh mereka yang
bergiat dalam topik ilmu tersebut. Kajian ini sewaktu-waktu dapat diterbitkan
untuk kepentingan umum. Contoh kajian-kajian semacam ini dapat dilihat misalnya
dalam Annual Review of Anthropology, Annual Review of Sociology, dan sebagainya.
Mereka yang baru menjadi peneliti pemula dalam topik tertentu dapat menggunakan
terbitan annual review ini sebagai bacaan awal.
Tujuan
kedua dari kajian literatur adalah untuk kepentingan projek penelitian sendiri.
Dalam hal ini, membuat kajian literatur adalah untuk memperkaya wawasan kita
tentang topik penelitian kita, menolong kita dalam memformulasikan masalah
penelitian, dan menolong kita dalam menentukan teori-teori dan metodemetode
yang tepat untuk digunakan dalam penelitian kita. Dengan memelajari kajian-kajian
orang lain, kita dapat menentukan apakah akan meniru, mengulangi, atau
mengeritik satu kajian tertentu. Kajian-kajian orang lain itu kita gunakan
sebagai bahan pembanding bagi kajian kita sendiri. Dengan mengkritisi karangan
orang lain, kita lalu menciptakan sesuatu yang baru. Dalam tulisan ini khusus
akan dibincangkan kajian literatur untuk kepentingan penelitian sendiri,
khususnya bagi mahasiswa yang akan menulis karya ilmiah terakhir – skripsi,
tesis, atau disertasi.
D.
Proses
Penulisan: Bekerja Dengan Kelompok Teman Sebaya
Kelompok
teman sebaya merupakan kelompok remaja dimana untuk pertama kalinya remaja
tersebut menerapkan prinsip-prinsip hidup bersama dan bekerja sama, dalam
jalinan yang kuat tersebut terbentuk norma, nilai-nilai dan simbol. Kelompok
sebaya tidak mementingkan adanya stuktur organisasi, namun di antara anggota
kelompok merasakan adanya tanggung jawab atas keberhasilan dan kegagalan dalam
kelompoknya.
Kelompok
teman sebaya merupakan dunia nyata kawula muda, yang menyiapkan panggung dimana
dapat menguji diri sendiri dengan orang lain, memberikan sebuah dunia tempat
kawula muda dapat melakukan sosialisasi dalam suasana dalam nilai-nilai yang
berlaku bukanlah nilai-nilai yang ditetapkan oleh orang dewasa melainkan oleh
teman-teman seusianya. Selain itu, teman sebaya terdiri dari anggota-anggota
tertentu dari teman-teman yang dapat menerima dan anggota kelompok saling
bergantung.
Teman sebaya merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap kehidupan
pada masa-masa remaja. Karena remaja dalam masyarakat moderen seperti sekarang
ini menghabiskan sebagian besar waktunya bersama dengan teman sebaya mereka.
Pada masa remaja hubungan dengan teman sebaya meningkat secara drastis, dan
pada saat yang bersamaan kedekatan hubungan remaja dengan orang tua menurun
secara drastis. Padahal keluarga merupakan salah satu konteks sosial yang
penting bagi perkembangan individu. Meskipun perkembangan anak juga sangat di
pengaruhi oleh apa yang terjadi dalam konteks sosial yang lain seperti relasi
dengan teman sebaya.
BAB
III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Berdasarkan
hasil analisis dan pembahasan di atas, penelitian ini disimpulkan bahwa
kemampuan menulis makalah dengan strategi peta pikiran pada aspek judul,
pendahuluan, pembahasan, penutup, dan daftar rujukan menunjukkan dapat
ditingkatkan dengan strategi peta pikiran. Penjelasan selengkapnya dijabarkan
sebagai berikut.
Pertama,
Prinsip kejujuran mengatakan hanya katakan (atau tulis) apa yang Anda miliki
buktinya. Ini adalah prinsip penting bagi
penulis akademis karena ada banyak orang yang akan membaca karya akademis
dengan cermat, dan mengkritik generalisasi atau klaim yang tidak didukung oleh
bukti. mengikuti Prinsip Kejujuran
membantu Anda menulis pernyataan yang dipertimbangkan dengan cermat dan
menghindari generalisasi yang berlebihan.
Kedua,
Generalisasi adalah proses penalaran yang
bertolak dari sejumlah gejala atau peristiwa yang serupa untuk menarik
kesimpulan mengenai semua atau sebagian dari gejala atau peristiwa itu.
Generalisasi diturunka dari gejala-gejala khusus yang diperoleh melalui
pengalaman, observasi, wawancara, atau studi dokumentasi. Sumbernya dapat
berupa dokumen, statistik, kesaksian, pendapat ahli, peristiwa-peristiwa
politik, sosial ekonomi atau hukum. Dari berbagai gejala atau peristiwa khusus
itu, orang membentuk opini, sikap, penilaian, keyakinan atau perasaan tertentu.
Ketiga, Dalam
rangka menyusun sebuah proyek penelitian, penulis perlu menulis sebuah kajian
literatur atau literature review dalam bahasa Inggris. Kajian literatur
merupakan langkah pertama dan penting dalam penyusunan sebuah rencana
penelitian. Kajian literatur adalah satu penelusuran dan penelitian kepustakaan
dengan membaca berbagai buku, jurnal, dan terbitanterbitan lain yang berkaitan
dengan topik penelitian, untuk menghasilkan satu tulisan berkenaan dengan satu
topik atau isyu tertentu.
Keempat,
Kelompok teman sebaya merupakan kelompok remaja dimana untuk pertama kalinya
remaja tersebut menerapkan prinsip-prinsip hidup bersama dan bekerja sama,
dalam jalinan yang kuat tersebut terbentuk norma, nilai-nilai dan simbol.
Kelompok sebaya tidak mementingkan adanya stuktur organisasi, namun di antara
anggota kelompok merasakan adanya tanggung jawab atas keberhasilan dan
kegagalan dalam kelompoknya.
B.
Saran
Demikian Chapter Report yang dapat penulis sampaikan, tentunya dalam
penyusunan Chapter Report ini masih banyak kata-kata atau penyampaian
yang kurang jelas ataupun dalam penyajiannya yang kurang lengkap, pastinya Chapter
Report ini jauh dari kata sempurna, maka dari itu kritik dan saran
sangatlah penulis harapkan untuk menjadikan pelajaran pada masa mendatang.
Harapan penulis agar Chapter Report ini bisa menjadi salah satu
bahasan atau rujukan bagi lembaga pendidikan Islam khususnya umumnya semua
lembaga pendidikan, dalam rangka mengembangkan lembaga pendidikan Islam.
